Rublik
Archives
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Oct | ||||||
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
Buku Tamu
Blogroll
- AaRom
- Eva
- Faizin
- Falah
- Fery
- Hayla
- Irwan Masduqi
- Leo Kelana
- Luthfi
- Maramitha
- Mas Aziz
- Masykur Abdillah
- Miqdam Makfi
- Nanang Musha
- Pongki
- PPMI Mesir
- Roland
- Tobroni
- WIHDAH Mesir
Meta
Gersang
14th October 2008
Kering kerontang
Titian hanya bisa diterawang
Asrama retak, 25-09-06
Hambar
14th October 2008
Yang tersisa hanya motivasi
Keinginan tanpa aplikasi
Asrama retak, 25-09-06
Diam
13th October 2008
Yang tersisa hanya diam
Membuka candela celah angan
Mengulit kenangan indah terpendam
Meraba hiba ketentraman
Tanya selalu saja datang
Di palung hati paling dalam
Kenapa ada gelisah di pedalaman?
Sedang hatiku ditutup pintu palang
Asarama damai
Damai
13th October 2008
Menguntit damai di bawah temaram
Berharap luka tidak melebam
Hanya satu pinta dilafadzkan
“Bila kasih Mu moga dilimpahkan?”
Asrama damai
Keputusan
03rd September 2008
Kau,
Adalah tatalaksana
Dari setiap jengkal perintahku
Tak boleh siapa menggugat,
Karena aku adalah keputusan
“Menikam” al-Qur’an dengan Sastra;
03rd September 2008
Mukaddimah
SUDAH jamak diketehaui bahwa al-Qur’an adalah mu’jizat nabi Muhammad. Namun seiring dengan perkembangan zaman, maka perlu rasanya sedikit mengungkap “makna lebih” yang tersirat dari kitab tersebut: baik dari sisi harfiyah maupun bathiniyah. Maksudnya tiada lain adalah, I’jaz bisa saja diraba melalui teks luar ataupun dari dalam teks itu sendiri. Ada satu pemahaman dimana sebagian ulama klasik melihat I’jaz teks dari luarnya saja (menyamakan teks dengan teks lain seperti puisi dan sajak, atapun prosa). Pendapat mereka ini mengacu pada stililistik, phrase, dan sajak yang tesirat hitam di atas putih. Namun, pendapat ini dibantah oleh kelompok yang mengatakan jika dilihat dari sisi stililistik, phrase dan sajaknya saja maka, akan ada kejumudan teks ketika harus berdialektika dengan realitas. Sedari itu, untuk mengintai makna lebih dari al-Qur’an tidak hanya harus dari sesi luarnya saja, melainkan turut juga dari dalam. Hingga kini perseteruan keduanya belum berujung.
Membanding antara Karya dan Mahasiswa
03rd September 2008
Masisir adalah cerminan kaum terpelajar, ia adalah mahasiswa, gerbong garda depan kum intelek. Ia adalah gerombolan pemuda-pemuda yang hidup di lumbung ilmu dan pusat keilmuan, Mesir. Masisir, semestinya, adalah potret geliat dinamika keilmuan yang dinamis. Dengan berbagai fasilitas penunjang yang mendukung, sarana dan prasarana yang memadai, serta berbagai kemudahan akses yang dimiliki, tak salah bila Mesir, lebih spesifiknya lagi Al-zahar, telah menghadirkan dan memunculkan tokoh-tokoh kaliber dunia berikut karya-karya kanonikalnya.
Nothing To Lose
03rd September 2008
Forgetting yesterday
Nothing should be lose way
Tomorrow must to be full
Get up! Do anything useful
Don’t cry anywhere again boy!
Menyibak Probelmatika Tafsir Bi Al Ma’stur
03rd September 2008
Asersi
Agama sebagai pranata sosial yang mengatur kehidupan manusia agar hidup teratur dan tidak amburadul di dalamnya terdapat kitab sebagai undang-undang. Sebut saja Injil, Weda, Taurat, Zabur, dan juga al-Qur’an. Bahkan dalam Al-qur’an, kitab orang muslim serta pedoman dan sumber rujukan utama justifikasi hukum Islam, banyak sekali ditemukan ayat yang mensinyalir bahwa ia adalah kumpulan peraturan yang mengatur segala urusan manusia. Ini semua menegaskan bahwa memang kitab adalah unsur sangat penting dalam sebuah agama. Kitab adalah pegangan asasi bagi pemeluk sebuah agama, agama apapun itu.